0

Mimpi buruk yang dialami Baginda Raja Harun  AI Rasyid tadi malam menyebabkan Abu Nawas diusir dari negeri kelahirannya sendir i. Abu Nawas tidak berdaya. Bagaimana pun ia harus segera menyingkir meninggalkan negerinya tercinta hanya  karena mimpi. Masih jelas terngiang-ngiang kata-kata Baginda Raja di telinga Abu Nawas.

"Tadi malam aku bermimpi bertemu dengan seorang laki-laki tua. Ia mengenakan jubah putih. la berkata bahwa negerinya akan ditirnpa bencana bila orang yang bemama Abu Nawas masih tetap tinggaldi negeri ini. la harus diusir dari negeri ini sebab orang itu membawa kesialan. la boleh kembali ke negerinya dengan sarat tidak boleh dengan berjalan kaki, berlar i, merangkak, melompat-lompat dan menunggang keledai atau binatang tunggangan yang lain."

Dengan bekal yang diperkirakan cukup Abu Nawas mulai meninggalkan rumah dan istrinya. Istri Abu Nawas hanya bisa rnengiringi kepergian suaminya dengan deraian air mata. Sudah dua hari penuh Abu Nawas mengendarai kele dainya. Bekal yang dibawanya mulai menipis. Abu Nawas tidak terlalu meresapi pengusiran dirinya  dengan kesedihan yang tertalu mendalam. Sebaliknya Abu Nawas merasa bertambah yakin ,bahwa Tuhan Yang Maha Perkasa akan segera menolong keluar dari kesulitan yang sedang melilit pikirannya. Bukankah tiada  seorang teman pun yang lebih baik dari pada Allah SWT dalam saat-saat seperti itu?

Setelah beberapa hari Abu Nawas berada di negeri orang, ia rnulai diserang  rasa rindu yang menyayat-nyayat hatinya yang paling dalam. Rasa rindu itu makin lama makin menderu-deru seperti dinginnya jamharir. Sulit untuk dibendung. Memang, tak ada jalan keluar yang  lebih baik daripada berpikir. Tetapi dengan akal apakah ia harus melepaskan diri? Begitu tanya Abu Nawas dalam hati. Apakah aku akan meminta bantuan orang lain dengan cara menggendongku dari negeri in i sampai ke istana Baginda? teriak! Tidak akan ada seorang pun yang sanggup melakukannya.
Aku harus bisa menolong diriku sendiri tanpa melibatkan orang lain.

Pada hari kesembilanbelas Abu Nawas menemukan ca ra lain yang tidak termasuk larangan Baginda Raja Harun AI Rasyid. Setelah segala sesuatunya dipe rsiapkan, Abu Nawas berangkat , menuju ke negerinya sendiri. Perasaan rindu dan senang menggumpal menj adi satu. Kerinduan yang selama ia melecut-lecut semakin menggila karena Abu Nawas tahu sudah semakin dekat dengan kampung halaman. Mengetahui Abu Nawas bisa pulang kembali, penduduk negeri gembira. Desas-desus tentang kembalinya Abu Nawas segara menyebar secepat bau semerbak bunga yang menyerbu hidung.

Kabar kepulangan Abu Nawas juga sampai ke telinga Baginda Harun AI Rasyid. Baginda juga merasa gembi mendengar berita itu tetapi dengan alasan yang  sama sekali berbeda. Rakyat gembira melihat Abu Nawas pulang kembali, karena mereka mencintainya. Sedangkan Baginda Raja gembira mendengar Abu Nawas pulang kembali karena beliau merasa yakin kali ini past i Abu Nawas tidak akan bisa mengelak dari hukuman.

Namun Baginda amat kecewa dan merasa terpukul melihat cara Abu Nawas pulang ke negerinya. Baginda sama sekali tidak pemah membayangkan kalau Abu Nawas temyata bergelayut di bawah perut keledai. Sehingga Abu Nawas terlepas dari sangsi hukuman yang  akan dijatuhkan karena memang tidak bisa dikatakan telah melanggar larangan Baginda Raja. Kare na Abu Nawas tidak mengendarai keledai.

Post a Comment Blogger

 
Top