0
Nasrudin bersantai di bawah pohon arbei di kebunnya. Dilihatnya seluruh kebun,
terutama tanaman labu yang mulai berbuah besar-besar dan ranum. Seperti biasa,
Nasrudin merenung.

"Aku heran, apa sebabnya pohon arbei sebesar ini hanya bisa menghasilkan buah yang
kecil. Padahal, labu yang merambat dan mudah patah saja bisa menghasilkan buah
yang besar-besar."

Angin kecil bertiup. Ranting arbei bergerak dan saling bergesekan. Sebiji buah arbei
jatuh tepat di kepala Nasrudin yang sedang tidak bersorban.
"Ah. Kurasa aku tahu sebabnya."

Post a Comment Blogger

 
Top