0

clip_image001

Menteri Pendidikan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan implementasi kurikulum baru tahun 2013 membutuhkan anggaran hingga Rp2,491 triliun.
Padahal beberapa waktu lalu, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Pendidikan Musliar Kasim dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi X DPR menyebut anggaran kurikulum hanya sebesar Rp1,4 triliun.
M Nuh menyebut sumber pendanaan itu nantinya akan diambilkan dari anggaran melekat sebanyak Rp 1,740 triliun dan anggaran tambahan senilai Rp 751,4 miliar. Sebagian besar anggaran itu dialokasikan untuk pengadaan buku Rp1,2 triliun dan pelatihan guru sebesar Rp1,09 triliun.
Untuk mengawasi pelaksanaan dan penggunaan anggaran itu, M Nuh juga mengusulkan membentuk  unit khusus yang akan melakukan monitoring kurikulum baru tersebut. "Tak perlu khawatir ada kasus seperti Hambalang. Ini dibahas secara terbuka," tegas M Nuh, Jumat (1/2).
Dia mengaku bahwa seluruh kegiatan dan anggaran pendidikan sudah dibahas bersama dengan Komisi X DPR. "Tidak mungkin membuat anggaran tanpa pembahasan dengan Komisi X karena ini APBN," ujarnya.
Lebih lanjut M Nuh menjelaskan sebagai pelaksana kurikulum pihaknya telah menyiapkan project implementation unit (PIU) yang terdiri dari empat divisi yakni pelatihan guru, pendampingan saat pelaksanaan, perbukuan, dan monitoring serta evaluasi.  PIU itu akan terus bekerja hingga tahun 2015.
"Sebelum pelatihan guru bulan Maret, kita sudah bentuk PIU. Wajar ada lembaga atau panitia seperti itu dalam sebuah proyek," ujarnya.
Untuk penerapannya, kurikulum baru itu akan dilakukan bertahap. Untuk tahun 2013 adalah 30 persen dari total siswa kelas I dan IV SD, 100 persen siswa SMP, dan 100 persen siswa SMA/SMK. (ans/vhr)

 

sumber: http://berita8.com/berita/2013/02/anggaran-kurikulum-baru-melonjak-hingga-rp-2491-triliun

Post a Comment Blogger

 
Top