Soal Bahasa Indonesia Kelas 5 Semester 1 Cerita Rakyat
Uji Kompetensi 2
A. Berilah tanda silang pada jawaban yang benar!
Bacaan untuk nomor 1-9
Umbi Jalar Ticit
Si Ticit sedang bersusah payah menyeret sebuah umbi jalar. Umbi itu akan disimpannya sebagai cadangan. Tidak akan lama lagi masa paceklik akan datang. Umbi itu hampir sebesar badannya. Kici, si anak kelinci, mendekati dengan maksud memberikan pertolongan.
Namun kemudian, ia terkejut. Ia heran ketika anak tikus yang pelit dan nakal itu melontarkan ucapan yang tidak pantas.
"Oo, maaf kawan. Aku tidak perlu bantuan. Aku pun tidak akan memberikan umbi ini kepadamu!" kata si Ticit.
Untunglah Kici sabar. Ia dapat menahan marahnya. Kici diam. Ia tetap memperhatikan teman kecilnya itu menyeret-nyeret makanan temuannya itu. Umbi itu dia bawa ke atas gundukan tanah.
"Bila sudah sampai di puncak, aku akan menggelindingkan makanan lezat ini ke dekat rumahku," kata si Ticit. Bicaranya sombong.
Sesaat kemudian, si Ticit sudah sampai di puncak. Sayangnya ia telah salah menduga. Umbi jalarnya itu memang meluncur ke bawah. Namun, arahnya salah. Umbi itu menggelinding ke lain arah. Tubuh si Ticit pun ikut terseret.
"Walaaawww, tolooong," teriak si Ticit.
"Kici, tangkap si Ticit," teriak si Kelabu, seekor anak ayam. Ketika itu ia pun menyaksikan Ticit terguling-guling. Tubuh temannya hampir mendekati jurang bersama umbinya.
Dengan cekatan Kici meraih tangan si Ticit. Dengan penuh rasa sayang, ia menarik badan temannya itu ke tempat yang aman.
Si Ticit tidak dapat berkata sepatah katapun. Ia merasa malu mendapat kebaikan Kici yang tulus itu (Pikiran Rakyat dengan beberapa perubahan)***
1. Ticit membawa umbi jalar untuk....
A. ditabung B. dijual
C. dibakar D. ditanam
2. Si Kici mau menolong si Ticit karena....
A. si Kici ingin diberi umbi.. .
B. si Kici merasa kasihan pada si Ticit.
C. si Ticit badannya sangat kecil.
D. si Ticit memiliki umbi yang banyak.
3. Sifat si Kici adalah....
A. sombong B. sabar
4. "Oo, maaf kawan. Aku tidak perlu bantuan. Aku pun tidak akan member umbi ini kepadamu!" kata si Ticit.
Kata-kata si Ticit diungkapkan dengan nada....
A. marah B. takut
C. angkuh D. sedih
5. Tokoh utama dalam cerita di atas adalah ....
A. Si Ticit dan Kici
B. Si Ticit dan umbi
C. Si Kici dan si ayam
D. Si ayam dan Umbi
6. Yang berperan sebagai tokoh antagonis pada cerita diatas adalah ....
a. Ayam c. Kici
b. Ticit d. umbi
7. Yang berperan sebagai tokoh protagonis adalah ....
a. Ayam c. Kici
b. Ticit d. umbi
8. Latar tempat pada cuplikan cerita di atas adalah ...
a. Hujan c. jurang
b. Tanah d. gubuk
9. Amanat cerita diatas adalah ....
a. Hiduplah secara hemat
b. Sedia payung sebelum hujan
c. Tidak boleh berburuk sangka
d. Simpanlah makanan di tempat yang aman
10. Ketika Ibu Malin Kundang menyapa anaknya, Malin Kundang tidak memerdulikannya. Bahkan, ia menghardik dan menendangnya. Sikap seperti itu membuat ibunya tanpa sadar mengeluarkan kutukan terhadap anaknya. Akhinya, Malin Kundang berubah menjadi batu.
Pesan yang terkandung pada penggalan cerita di atas adalah....
A. Surga itu ada di telapak kaki ibu.
B. Perhatikan keinginan orang tua.
C. Tak ada ibu yang tidak menyayangi anaknya.
D. Jangan menyakiti hati orang tua.
11. Mertua si Kabayan sangat jengkel kepada menantunya. Setiap hari ia hanya bermalas¬malasan. Semua nasihat mertuanya sedikit pun tidak mengubah sikap jeleknya itu. "Dasar Kabayan si Tebal Muka," umpat mertuanya.
Kata yang bergaris bawah dalam penggalan cerita itu bermakna
A. suka melawan C. senang dipuji
B. tak tahu malu D. malas bekerja
12. Panas hati Kamandaka. Darahnya menggelegak. Dalam keadaan seperti itu ia membalas dengan suara lantang.
Makna dari kata yang bergaris bawah adalah
A. sayang B. senang
C. tabah D. marah
13. Arya Panangsang di Jipang Pandan Bakti sakti mandraguna. Kesaktiannya tidak ada yang menandingi. Karena mempunyai kesaktian yang tanpa tanding itulah, maka tanpa berpikir panjang lagi ia membabat semua musuhnya.
Sifat yang dimiliki oleh Arya Panangsang adalah
A. bijaksana C. takabur
B. pemberani D. pemarah
14. Raja muda menikah dengan putri cantik. Semua rakyat bergembira kecuali Dayang Ipu. la ingin menyingkirkan Sang Putri. Sang Putri oleh Dayang Ibu dibawa ke laut kemudian ia ditinggalkan seorang diri. Dayang Ipu menjelma menjadi Sang Putri, kemudian ia bersenang-senang di istana.
Tokoh Dayang Ipu bersifat . . .
A. sombong B. cerdik
C. kikir D. dengki
15. Pada suatu hari Dayang Sumbi berkata kepada Sangkuriang. Dayang Sumbi ingin s hati kijang. Disuruhnya Sangkuriang untuk berburu besok pagi. Sangkuriang menye keingnan ibunya itu. Ia menyarankan agar ibunya segera pergi tidur karena hart, larut malam.
Kalimat yang tidak tepat dengan cerita di atas adalah....
A. Dayang Sumbi menyuruh anaknya untuk berburu pada hari itu juga.
B. Dayang Sumbi ingin sekali hati kijang.
C. Sangkuriang menyetujui keinginan ibunya itu.
D. Sangkuriang menyarankan ibunya pergi tidur
16. Elis tidak pernah berbicara kasar terhadap siapapun. Bila bertemu dengan orang tua guru, pasti is memberi salam.Dia disenangi oleh semua temannya serta guru-guru. Sifat Elis dalam cerita tersebut adalah
A. sombong. C. pandai dan rendah hati.
B. sopan dan ramah. D. suka mencari muka.
17. Konon, ada seorang saudagar yang kaya. Dia mempunyai tiga orang putri. Ketiganya berparas cantik. Sulung memiliki tubuh yang ramping. Karena itu senang sekali memakai baju yang bagus-bagus. Tengah mempunyai kulit yang halus lembut. Karena itu dia suka memakai perhiasan yang indah-indah, sedan si Bungsu suaranya sangat merdu. Sifatnya juga lemah lembut. Dia sayang kepada ayahnya.
Penggalan cerita di atas banyak menginformasikan....
A. tokoh B. tema
C. latar D. pesan
18. Kalimat yang menjelaskan watak si Bungsu dalam penggalan soal nomor 5 di adalah....
A. Dia seorang saudagar yang kaya.
B. Dia senang sekali memakai baju yang bagus-bagus.
C. Dia suka memakai perhiasan yang indah-indah
D. Dia sayang sekali kepada ayahnya.
19. Raja Yosia memiliki 100 ekor domba pilihan. Bulunya putih bagaikan saiju, m sehat, dan bersih. Pada waktu-waktu tertentu, 100 ekor domba itu dipersembal sebagai kurban untuk Tuhan.
Paragraf di atas banyak menceritakan....
A. Tuhan B. Raja Yosia
C. domba D. kurban
20. Esok harinya Baginda pergi ke halaman belakang istana. Tiga gembala muda sudah menunggu dengan tongkat masing-masing. Domba-domba berkeliaran di rumput, ada yang duduk tenang, ada yang berjalan-jalan dan ada pula yang berlaga dengan kawannya.
Cerita di atas terjadi di....
A. tempat raja C. kandang domba
B. di belakang istana D. padang rumput
B. Isian
Bacaan untuk nomor 1-10
Asal Mula Salatiga
Dulu, Kabupaten Semarang termasuk wilayah Kesultanan Demak. Daerah ini diperintah oleh seorang bupati bernama Ki Ageng Pandanaran. Beliau seorang bupati yang ditaati rakyat. Selain berwibawa, beliau juga kaya raya.
Akan tetapi, lama-kelamaan beliau semakin memperkaya diri sendiri. Beliau tidak lagi memperdulikan rakyatnya.
Sunan Kalijaga, penasihat Sultan Demak, bermaksud mengingatkan sang Bupati. Dengan • berpakaian compang-camping, beliau menyamar sebagai pedagang rumput.
Beliau menawarkan rumput itu kepada Ki Ageng. Ki Ageng mau membeli rumput itu dengan harga murah. Sunan Kalijaga tidak mau memberikannya.
Akhirnya, Ki Ageng marah dan mengusir Sunan Kalijaga. Sebelum pergi, Sunan Kalijaga berkata bahwa dia dapat menunjukkan cara memperoleh kekayaan dengan mudah. Sunan Kalijaga kemudian meminjam cangkul. Sunan Kalijaga lalu mencangkul tanah di depan kabupaten. Ki Ageng kaget ketika melihat bongkahan emas sebesar kepala kerbau di balik tanah yang dicangkul Sunan Kalijaga. Ki Ageng lalu memperhatikan pedagang rumput itu dengan saksama. Setelah tahu siapa sebenarnya, ia pun terkejut. Kemudian, ia minta maaf. es la pun bersedia dihukum karena kesalahannya.
Sunan Kalijaga memaafkan Ki Ageng. Sunan Kalijaga berpesan agar Ki Ageng kembali memerintah dengan cara yang benar.
Sejak kejadian itu, hidup Ki Ageng menjadi gelisah. Beliau lalu memutuskan untuk menebus kesalahannya. Beliau meninggalkan jabatan bupati. Beliau ingin mengikuti jejak Sunan Kalijaga menjadi penyiar agama.
Beliau pun berniat pergi ke Gunung Jabalkat. Beliau akan mendirikan pesantren di sana.
Nyai Ageng ingin ikut pergi bersama Ki Ageng. Ki Ageng memperbolehkan Nyai Ageng ikut, tetapi dengan syarat, Nyai Ageng tidak boleh membawa harta benda.
Pada waktu yang ditentukan, Nyai Ageng belum siap. Beliau masih sibuk. Nyai Ageng ternyata mengatur perhiasan yang akan dibawanya dalam tongkat bambu. Ki Ageng lalu berangkat duluan.
Setelah siap, Nyai Ageng lalu menyusul. Di tengah jalan, Nyai Ageng dicegat tiga perampok yang meminta hartanya. Akhirnya, semua perhiasan yang dibawa diberikannya kepada para perampok.
Nyai Ageng menyusul Ki Ageng. Setelah bertemu, Nyai Ageng menceritakan peristiwa yang telah dialaminya.
Ki Ageng berkata bahwa kelak, tempat Nyai Ageng dirampok akan bernama "Salatiga", berasal dari kata salah dan tiga, yaitu tiga orang yang bersalah!
1. Siapakah Ki Ageng Pandanaran itu?
2. Siapa yang menyamar jadi pedagang rumput?
3. Apa yang terlihat di balik tanah yang dicangkul oleh Sunan Kalijaga?
4. Ke mana Ki Ageng akan pergi?
5. Apa pesan Ki Ageng kepada istrinya?
6. Bagaimana cara sang Bupati memerintah?
7. Bagaimana cara Sunan Kalijaga menyadarkan sang Bupati?
8. Bagaimana sikap Ki Ageng Pandanaran setelah mengetahui bahwa penjual rumput itu adalah Sunan Kalijaga?
9. Apa asal kata "Salatiga"?
10. Apa arti kata itu?









maaf,, izin kopas soal.. :D
ReplyDeletebisa minta kunci jawabanya?..