Bersikap Proporsional
Proporsional yang saya maksud adalah menempatkan sesuatu yang tepat pada tempatnya. Banyak orang termasuk saya terkadang tidak sanggup memilah dan memilih segala persoalan yang sedang mendera. Peringatan yang datang dianggap sebagai ujian atau lebih parah lagi musibah yang ditimpakan kita anggap juga sebagai ujian yang dapat mengangkat derajat kita. Hal ini terjadi karena rasa tinggi hati yang selalu ada di hati manusia sehingga tidak mau mengakui bahwa dirinya banyak salah.
Terus bagaiamana menyikapi sebuah musibah yang datang kepada kita?
Hal pertama adalah beristigfar kepada Allah hal ini sangat penting dilakukan karena dengan istigfar kita mengakui bahwa kita adalah hamba yang sangat lemah dan banyak dosa. Berikutnya instropeksi diri, berenung dalam sunyi terkadang sangat membantu kita untuk kembali mengingat kejadian yang mungkin menimbulkan amarah-Nya. Jika kita tidak menemukan sesuatu perpuatan yang menyimpang maka hal berikutnya adalah berdoa ....
Doa yang saya dengar dari seorang ustad yang layak dipertimbangkan "Ya Allah jikalau sakit atau musibah yang kau berikan kepadaku adalah musibah atau peringatan maka ampunilah dosaku dan angkatlah musibah (penyakit ini dariku) namun andai musibah (sakit) ini adalah ujianMu maka kuatkanlah hatiku dalam menjalanunya dan jadikanlah aku sebagai hambamu yang Kau kasihi Dan Kau Ridloi ...amin....
Proporsional yang saya maksud adalah menempatkan sesuatu yang tepat pada tempatnya. Banyak orang termasuk saya terkadang tidak sanggup memilah dan memilih segala persoalan yang sedang mendera. Peringatan yang datang dianggap sebagai ujian atau lebih parah lagi musibah yang ditimpakan kita anggap juga sebagai ujian yang dapat mengangkat derajat kita. Hal ini terjadi karena rasa tinggi hati yang selalu ada di hati manusia sehingga tidak mau mengakui bahwa dirinya banyak salah.
Terus bagaiamana menyikapi sebuah musibah yang datang kepada kita?
Hal pertama adalah beristigfar kepada Allah hal ini sangat penting dilakukan karena dengan istigfar kita mengakui bahwa kita adalah hamba yang sangat lemah dan banyak dosa. Berikutnya instropeksi diri, berenung dalam sunyi terkadang sangat membantu kita untuk kembali mengingat kejadian yang mungkin menimbulkan amarah-Nya. Jika kita tidak menemukan sesuatu perpuatan yang menyimpang maka hal berikutnya adalah berdoa ....
Doa yang saya dengar dari seorang ustad yang layak dipertimbangkan "Ya Allah jikalau sakit atau musibah yang kau berikan kepadaku adalah musibah atau peringatan maka ampunilah dosaku dan angkatlah musibah (penyakit ini dariku) namun andai musibah (sakit) ini adalah ujianMu maka kuatkanlah hatiku dalam menjalanunya dan jadikanlah aku sebagai hambamu yang Kau kasihi Dan Kau Ridloi ...amin....









Post a Comment Blogger Facebook